Kalkulator Wajanbolic

Saya masih ingat seorang teman yang mengenalkan saya pada teknologi ini, itu juga kalau mau dibilang sebagai teknologi. Kalau saya sendiri lebih senang menyebutnya sebagai Inovasi yang luar biasa! Bagaimana tidak luar biasa kalau bisa menghubungkan ranah dapur dengan dunia IT, sebuah penggorengan yang disulap jadi penguat sinyal, nice... :)

Ketika hasrat untuk ngoprek itu semakin kuat beberapa referensi saya pelajari sebagai dasar ilmu. Materi-materi yang membahas tentang antena ini saya lahap, antara lain dari kreator wajanbolic, Pak Gunadi serta salah satu artikel dari begawan IT kita, Pak Onno. Untuk artikel dari Pak Gunadi (atau yang lebih dikenal dengan e-goen) tergambar jelas bagaimana tahapan membuat wajanbolic untuk wifi sedang dalam artikel Pak Onno dipaparkan secara rinci mengenai tahapan pembuatan antena wajan 3G mulai dari konsep, perhitungan sampai ke instalasi dan test. Sangat membantu untuk yang masih belajar membuat seperti saya waktu itu...sampai sekarang *eh

Singkat cerita antena wajan berhasil dibangun berdasarkan konsep pertama yakni menggunakan wifi usb. Konsepnya pada saat itu adalah sebagai alternatif antena grid untuk nembak tower ISP di dekat rumah. Setelah proses kongkalikong (baca : negosiasi) dengan karyawan ISP tersebut akhirnya diberilah saya hak akses untuk menggunakan jaringan mereka. Memang tidak besar, tapi cukuplah untuk sekedar coba-coba. Jarak tower ke rumah kalau tidak salah sekitar 1,5-2 km dengan jarak pandang bebas alias tidak terhalang pepohonan apalagi pencakar langit. Detil hasilnya saya sudah tidak terlalu ingat lagi karena pada saat itu tidak terpikir untuk mendokumentasikan, namun yang menjadi tujuan saya memang bukan hasil akhir semacam speed atau bandwith yang diperoleh, melainkan aplikasi yang saya buat sebelum proyek pembangunan antena wajan ini ternyata applicable.

Aplikasi ? Aplikasi yang mana ?

Tahu Tek-Tek

Ini hari ketiga saya berada di tanah kelahiran. Sebuah kota kecil yang telah menjelma menjadi sebuah kota yang ekstra ramai. Sebuah kota yang dikenal dengan tempat pengolahan minyaknya.
Balikpapan.

Sebuah kota yang mengingatkan saya akan kengangan-kenangan indah. Sebuah kota yang memberikan warna tersendiri di perjalanan hidup saya. Sebuah kota yang selalu membuat kangen meski saya jarang sempat untuk menginjakkan kaki kembali di tanah kelahiran ini.

Tapi akhirnya satu minggu libur kuliah ini saya bisa berkunjung ke Balikpapan. Alhamdulillah...

Awalnya sempat takjub juga melihat sangat banyak perubahan yang terjadi setelah kurang lebih 2 tahun saya tidak liburan kesini. Hotel-hotel baru nan megah sudah banyak bermunculan, mall-mall dan pusat perbelanjaan sekelas Hypermart sudah ada, bioskop dari "Keluarga 21" pun bahkan sudah berdiri,meskipun saya belum sempat melihat sendiri wujudnya dan banyak sekali perubahan lainnya yang terjadi. Bahkan sayapun sempat tidak mengenali TK tempat saya dulu pertama kali duduk di bangku sekolah.

Kesempatan liburan ini tentu tidak saya sia-siakan untuk mencicipi etalase kuliner balikpapan, terutama yang dulunya sering saya nikmati. Dan siang itu, setelah seharian mengangkut sofa dari rumah lama ke rumah baru, saya berkesempatan untuk mencoba salah satu kuliner favorit yang tdak saya temui di Jogja. Keluarga saya menyebutnya "Tahu Tek" atau "Tahu tek-tek".

Admin SSL : Wordpress Secure Login

Setelah beberapa lama menggunkan wordpress (selanjutnya saya singkat WP) saya baru menyadari bahwa login page default WP sama sekali tidak aman. Jika kita lihat situs-situs lain yang membutuhkan autentifikasi, biasanya halaman login menggunakan secure page alias HTTPS, bahkan blog WP sendiri (eg : username.wordpress.com) menanamkan HTTPS sebagai default login page.
 
Masalahnya adalah pada kasus saya yaitu saya menanamkan WP itu secara manual pada hosting kampus (baca : gretongan) jadi secara default memang CMS WP yang ditanam sendiri (bukan dari host wordpress.com) tidak menggunakan HTTPS sebagai protokol login page-nya. Sepertinya ini juga berlaku untuk CMS yang lain seperti joomla, drupal, dll.
 
Lalu pertanyaannya bisa gak kita mencoba untuk sedikit mengamankan login page kita ? Usut punya usut ternyata jawabannya bisa banget...!!! :d Sebelumnya pastikan bahwa hosting tempat anda menanamkan WP memiliki Shared SSL atau malahan lebih baik lagi jika anda memiliki Private SSL. Disini saya menggunakan Shared SSL milik kampus tempat saya kuliah. Langsung aja, mari kita ulik langkah-langkahnya lebih lanjut...

HTML bisa gak akur juga ternyata...

Setelah beberapa lama berkutat dengan theme akhirnya balik lagi ke theme ini *opo to maksute..?* :d hehehe...beberapa hari yang lalu telah terjadi tragedi dimana sidebarku njlungup (baca : tersungkur) ke paling bawah home page. Ada apa gerangan, padahal beberapa waktu yang lalu fine2 aja.
 
Usut punya usut ternyata aku lupa buat clear formating abis copas (baca lagi : nyomot) artikel dari sebuah halaman portal berita *uupss..ketauan*. Dari hasil copas itu ternyata masih ada beberapa kode-kode html yang invisible yang membuat kolom artikel overwide. Nah, inilah yang bikin kacau...

 

Catatan Kopi

Kali ini beralih ke kuliner dan yang beruntung terpilih menjadi menu hari ini adalah biji hitam dengan aroma khas yang untuk bisa dinikmati haruslah digiling terlebih dahulu hingga menjadi bubuk serta diseduh dengan air panas dan dicampur dengan gula pasir atau susu. Ya, kita akan membahas kopi atau di Inggris dikenal sebagai coffee, orang Prancis menyebutnya cafe, publik Jerman menjulukinya kaffee dan dalam bahasa Arab dinamakan quahwa.

Pages